SUTOWIJAYA MULAI BINA KEKUATAN FISIK (KEDU, BAGELAN) DAN MAGIS (RATU KIDUL, SAPUJAGAT) 1584

Tetap duduk di punggung kuda, Sutawijaya menjawab: “sampai kapan Kanjeng Sultan, saya di suruh menghentikan makan Minum….. saya masih doyan. Saya di suruh cukur…rambut tumbuh sendiri, bagaimana saya melarangnya? Saya disuruh menghadap, ya mau, kalau Sultan sudah menghentikan kesukaan mengambil Istri para abdinya…..” setiba di Pajang, utusan Pajang membuat laporan cantik, mengatakan bahwa Sutawijaya akan segera menghadap; Sutawijaya membangun tembok dan sikap serta ucapan kurang sopan ketika menemui mereka tidak di laporkan, dora sembada.

Sutawijaya mulai membina hubungan dengan kedu dan bagelan, yang keduanya harus lewat mataram manakala hendak lapor ke pajang. Setelah mendapatkan ‘layanan” yang istimewa dan jaminan bahwa sutawijaya akan “akan menanggung semua akibatnya ,” para petinggi kedu dan bagelan berucaop setia pada Mataram. Memang Mancanegara di sebelah barat Mataram ini tidak pernah menimbulkan kesulitan, tidak seperti halnya dengan yang di sebelah timur.

Juru Martani menegur Sutawijaya atas 3 kesalahan yang telah di buatnya, yaitu memusuhi Raja, orang tua, dan guru. Jurumartani malu karena sepertinya Sutawijaya tidak tau membalas budi baik Sultan yang telah di berikan kepada warga Mataram; mintalah kepada Allah dengan teguh, supaya kalau Kanjeng Sultan sudah Wqafat, kamu bias menggantikan kratonya, tapi kamu jangan sekali-kali mempunyai keinginan memusuhi beliau. Malah batinmu harus membalas kebaikan Kanjeng Sultan pada kamu, agar dalam batin beliau r5ela kratonya kamu gantikan.”

Memenuhi petunjuk penasehatnya, Sutawijaya berangkat ke Lipura untuk bertapa. Di tempatb ini terdapat sebuah batu (segilima), yang berwarna indah, tempat Sutawijaya “kejatuh bintang.” Di tempat ini Sutawijaya mendapat wahyu kraton yang berkata:…. Kamu akan menjadi raja,….. anak cucumu juga tapi cicitmu, kelak akan mengakiri menjadi raja Mataram….” Setelah selesai bertapa, Sutawijaya dipesankan oleh Juru Martani agar mereka berdua berbagi pekerjaan. Sutawijaya di minta pergi ke segara kidul dan berdoa untuk mencoba memahami kehendak Allah SWT. Sedangkan dirinya akan pergi ke gunung merapi untuk meminta bantuan penguasa dari utara.

Ketika Sutawijaya bertapa di Segara kidul, laut mendidih sehingga semua ikandan binatang laut lainya mati kepanasan. Kanjeng ratu Kidul, penguasa laut selatan, sangat marah, dan segera mencaritau siapa biang keladinya. Ketika di ketahui bahwa Sutawijaya lah orangnya, Kanjeng Ratu Kidul segera menyerang  namun kemudian  “ menyerah kalah di pelaminan.” Ratu kidul berjanji akan selalu mendukung anak keturunan penguasa Mataram. Setelah mendapatkan Pusaka kyai Tunggul Wulung, Sutawijaya di temui Sunan Kali Jaga, yang memberikan Pesan agar jangan terlalu mengandalkan kesaktianya, tidak lupa berdoa, dan membangun benteng sekliling Istana.  Di samping itu, kyai Sapu Jagat,   penguasa gunung Merapi juga akan mendukung  Sutawijaya dan anak keturunanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: