SUMPAH PALAPA TAHUN 1328

Wijaya di gantikan putranya bernama Kalagemet (15 tahun), yang bergelar Srijayanegara (tahun 1309-1328). Para bangsawan dan Darmapura tidak senang karena Ibunya, Darapetak berasal mdari Rakyat biasa, padahal seharusnya yang lebih berhak menjadi Raja adalah Cucu langsung Kertanegara, Tri Buanatunggadewi. Untuk mendapatkan legitimasi Tahta, Jayanegara konon ingin mengawini baik Tri Buanatunggadewi maupun Raja Dewi Maharajasa. Namun karena keduanya menolak, maka Jayanegara melarang semua Satria dan kaum bangsawan untuk menemui kedua Putri’ Pewaris Tahta’ itu.

Kepemimpinan Jayanegara tidak tegas sehingga terjadi berbagai pemberontakan dan kekacauan yang di sebabkan oleh konflik kepentingan antara pejabat eks akarrumput (yang umumnya beragama Budha dan tidak mengenal kasata) dan bangsawan serta dharmaputra (yang umumnya beragama Shiwa). Hadiah Darmaputra Winihsuka di berikan kepada mereka yang sangat berjasa kepada Negara seperti Rakrian Kuti, Tanca, Pangsa,Banyak, Wedang,Yuyu, dan Semi.

Berturut turut terjadi serangkain pemberontakan: Lembusora, Patih nJero, Mbalela Fitnah dalam intrik Istanah dan terbunuh (tahun 1311). Juru demung dan Gajah Biru (tahun 1313), Maudhana dan Wagol (tahun 1314), Nambi (Patih Mangkubumi), bersama Ayahnya (Wiraraja) mengangkat Senjata dengan membuat benteng di Pajarakan. Nambi dan Segap kelurarganya di tumpas habis ketika Pajarakan dan Lumajang Jatuh ketangan Pasaukan Majapahit (tahun 1316), Rakrian semi (Penguasa Lasem, tahun 1318), Rakrian Kuti (tahun 1319), Sadeng dan Keta (Basuki, Tahun 1331). Semua pemberontakan dapat di tumpas.

Ketika Kuti menduduki Istana, Gajahmada, bekel bhayangkara yang sedang mendapat giliran jaga, berhasil menyelamatkan Raja Kerumah Buyut Badander. Gajahmada akirnya dapat memulihkan kekuasaan Raja dan menumpas pemberontakan Kuti.

Rakian Tanca, seorang Dharaputra tabib Candup (pengobatan dengan jalan membedah dan mengeluarkan darah), mendengar desas desus bahwa Jayanegaratelah mengganggu Istrinya. ketika di minta melakukan pembedahan Bisul sang Raja, Tanca menikmatinya sampai mati ( tahun 1328).  Tanca kemudian di eksekusi langsung oleh gajahmada.

Karena Jayanegara tidak berputra, mmaka kekuasaan kembali kepada Gayatri, Permaisuri Wijaya. Namun karena Gayatri berminat Mandhita, menjadi seorang Bhiksuni, maka putrid tertua, Tri Buanatunggadewi di angkat sebagai RAtu, (tahun 1328-1350). Tri Buanatunggadewi da bantu Suaminya, Kartawardhana, dan patih Gajah Mada.

Pada upacara pelantikan sebagai MahamantrimukaRakryan Mapatih, menggantikan Arya Tadah yang sudah sepuh, Gajah Mada mengucapkan Tan Amukti Palapa (Sumpah Palapa): Saya tidak akan merasakan Palapa, sebelum Nusantara seperti Seram, Tanjungpura, Haru,Pahang, deompo, Sunda, Bali, Palembang, Tumasik (Singapura), Di bawah kekuasaan Majapahit,” Gajah Mada melaksanakan Sumpah Palapa dengan konsekuwen, meski tidak selalu mulus.  

GAJAH MADA BERJUANG TANPA PAMERIH

Meski tidak di ketahui kapan lahir, dari mana asal-usul, dan di mana kuburnya, Gajah mada mempunyai tujuan hidub luarbias, jauh melampaui zamanya, cintanya kepada Rakyat jelata dan kesetiaanya kepada Negara merupakan teladan mulia bagi semua, Sepilingb pamrih, Terlahir sebagai anak desa yang sederhana, Gajah Mada berhasil meraih kedudukan tinggi berkat kecerdasan , Kecerdikan dan kemampuanya yang luar biasa.

Menurut Gajah Mada Sebagai seorang Pemimpin harus memiliki Enam Sifat yaitu:

  1. Abikamika-Simpatik, berorentasi kebawah, dan lebih mengutamakan kepentinganumum dari pada kepentingan pribadi atau golongan sendiri.
  2. Prajma-aktif, bijaksana dan menguasai berbagai ilmupengetahuan, seni agama serta dapat di jadikan panutan oleh Rakyat.
  3. Usaha-proaktif, kreatif, inovatif, serta rela berkorban dan mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyat.
  4. Atma Sampad-berbudi luhur berintergitas tinggi objektif dan mempunyai wawasan jauh kedepan demi kemajuan bangsa.
  5. Sakya samanta-mampu mengawasi bahwa dari segala kegiuatan keprajuritan dan kenegaraan serta berani bertindak tegas secara adil tanpa pilih kasih.
  6. Aksudra pari sakta-akomodatif, ceeerdik dalam berunding, cukup dalam bertutur kata, mampu menyatukan perbedaandengan cara bermusyawarah.

Sebagai panglima militer seorang pemimpin harus memiliki catur darmaning nerpati:

  1. Jana wisesa suda-menuasai segala macam ilmu dan agama, teori dan praktek.
  2. Kaprahitaning praja- memiliki sifat welas asih dan peduli kepada bawahanya
  3. Karwiyan- mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran dan keadilan
  4. Kawibaawan- berwibawa agar setiap rencana dan pemerintah dapat terlaksan

Di samping itu seorang pemimpin juga harus memiliki sifat utama pendawa lima:

  1. Ngesti aji- cari dan amalkan nelmu suci lan agama (Yudistira=Samiaji)
  2. Ngesti giri-cari kekuatan seperti gunung dalam menegakkan kebenaran (Bima)
  3. Ngesti Jaya- cari kemenangan dalam menduduki sifat buruk, lahir batin (Arjuna)
  4. Ngesti Nangga- cari ketangguhan tanggap dalam segala keadaan (Nakula)
  5. Ngesti Piambada- cari upaya untuk membahagiakan (Sadhewa)

Prapancara dalam Kitab Kertagama menggambarkan Lima Belas Tabiat Istimewa Gajah Mada:

  1. Wija- Bijaksana dalam mengatasi dan menyelesaikan segala permasalahan Negara
  2. Mantra Wira-bertindak berani dan tegas dalam membela kepentiingan Negara
  3. Wicaksaneng Nata-kebijaksana dalam membina hubungan dengan semua pihak
  4. Matangwan- bertanggung jawab penuh atas kepercayaaan yang di berikan kepadanya
  5. Satya bhakti Prabu- Setia dengan hati yang tulus iklas kepada neghara dan Raja
  6. Wakmi Wak- teguh mempertahankan pendirian dengan alas an dan keyakinan kuat
  7. Sarjawopasama- Ramah, sepi ingin pamrih, sabar dan menghadapi cobaan
  8. Dirotsaha- bekerja dengan rajindan sungguh sungguh
  9. Tanlana-tidak pernah sedih dan putus asa
  10. Duwi Yacita- selalu berbaik hati dalam berhubungan dengan orang lain
  11. Masihi Samastu Huono- menyayangi seluruh makluk tuhan
  12. Ginung Ratidina- mengerjakan hal yang baik dan menghindari hal yang jelek
  13. Sumaniri- pegawai Negara yang ahli sesuai dengan bidang yang di tekuni
  14. Anayaken Musuh- menyingkirkan musuh dan rintangan yang mengganggu
  15. Tansatrisna- tidak memiliki keinginan untuk menjatuhkan karjer orang

TAK ADA GADING YANG TAK RETAK: Gajah Mada terpleset sumpah sendiri

Demikian Gayatri Wafat (tahun 1350), Tri Buanatunggadewi turun Tahta dan menyerahkan kekuasaanya kepada putranya, Hayam Wuruk (16 tahun), yang arti hafiahnya adalah ayam jago mabuk untuk menggambarka keberanian dan ketrampilan dalam berkelahi. Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasa  adalah raja terbesar seluas hamper sama dengan wilayah NKRI kini, bahkan meliputi Malaka, (tahun 1350-1389). Bersama maha Amengkubumi Gajah Mada, Gajah MAda membawa MAjapahit ke masa keemasan, dengan armada laut yang kuat di bawah pimpinan Laksamana Nala.

Menurut kitab Negara Kartagama (Mpu Prapanca)Wilayah majapahit meliputi:

  1. Seluruh Jawa(jawaduwipa): Jawa, Madura, Galiyao (Kangean-Bawean)
  2. Seluruh Pulau Sumatra (Swarmaduwipa atau Andalas): Lampung, Palembang, Jambi, Karitang (Gayo luas), Samudra (aceh), Lamuri (aceh segi tiga), Bantam, Barus
  3. Seluruh Pulau Kalimantan (Nusa Tanjungnagara): Kapuas, Kantingan, Sampit,  Kuta lingga, ( Serawak), Sedang ( Sertawak), Kuta Waringin, Sambas, LAwi, Kadangdangan, Landa, Samedang (Simpang), Tirem, Sedu,  (Serawak), Berune, Kalka saludung, Solot (Solok, Sulu), PAsir, Baritu, Sawaku, TAbalung, (Amuntai), TAnjung Kutari, MAlano, Tanjungpuri
  4. Seluruh semenanjung Melayu (Hujung Medini): Dungun Padang,Keda, Semang, Kalanten, Tringano, Nagor, (Liggor), Pakamuar, Tumasik, (Singapura, Shoman), Sangyang Hujung, Kelang (negri Sembilan), Lengasuka Jere, (Patani), Knjab, (Singkap), Nirem, (Karimun)
  5. Seluruh sunda kecil (Nusatenggara): Bali, Bedahulu, Lwagajah, nusa Penida, Taliwang (Sumbawa), Sapi, Dompo, Hutan, (Sumbawa), Sangyang Api, (gunging Api Sangeang), Bima, Serang, Kedali (Buru), Gurun (Gorong), Lombok Mirah, (Lombok barat), Saksak, (Lombok timur), Sumjba, Timur
  6. Seluruh Sulawesi (Sakanusa): Batayan, (Bontain), Luwuk (Luwu), Udamakatraya, (Talut), gowa, Makasar, Tuwu (Buton), Banggawi, Kunir (P. Kunyit), Saloya Solor
  7. Seluruh Maluku: muar, (Kei), Wandan (Banda), Ambawan, Ternate, hutan Kadali
  8. Seluruh Irian Barat (Papua Barat): Wanin, (Utara), dan Sran (Selatan)

Sedangkan Negara Majapahit adalah Siam ( Syanka), Dharmanegara, Martaban (Bima), Kalingga,  (Rajapura), Singganasari, Campa, Kamboja, Annam ( Yamana), Gajah mada menempatkan seluruh daerah kekuasaan Nusantara dalam lingkungan Asia, terbagi atas 3 Lingkar: Maja[pahit sebagai pusat, Negara tetangga sebagai Lingkar dalam untuk Buffer, dan Negara besar (Tiongkok dan Industan), sebagai lingkar luar.

Hayam wuruk jatuh cinta Kepada Dyah Pitaloka Citrayasmi yang sangat cantik, pasngan Raja Linggabuana dan Subang Larang (Larangt Lising), dari sunda (Galuh Kawali), pitaloka mempunyai tiga adik, Niskala Menjadi Raja galuh, seorang menjadi Raja Cirebon, Cakrabuana (atau Walang Sungsang), dan Lara Santang. Galuh Kawali mempunyai ikatan keluarga dengan Cirebon dan Banten (gambar 5).

Rencana perkawinan Hayam Wuruk dengan pitaloka di jadikan komoditas Politik oleh Gajah Mada, gajah Mada minta agar Pitaloka di persembahkan sebagai tanda takluknya galuh kepada Majapahit, merasa begitu terhina, Linggabuana dan pengikutnya memilih gugur dalam peperangan yang tak seimbang, perang Bubat tahun 1357 adalah salah satu contoh kegagalan Gajah mada dalam mengemplimentasikan Sumpah Palapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: