PEMANAHAN LENGSER SUTAWIJAYA MULAI BERBENAH KE DALAM

Pemanahan menggalang kekuatan di hutan Mentaok (15680. Membangun kraton di Kota Gede selesai (1577). Mungkin alas an kesehatan, Pemanahan sudah menunjuk anak sulungnya, danang Sutawijaya 945th) sebagai calon penggantinya, (1584).

Waktu itu di wilayah matram ada sebuah desa Predikan, desa Mangir, yang diakui kemandirianya sejak jaman majapahit. Mangir terletak di barat daya kota Gede, di antara kali bedog dan Kali Progo, di selatan desa Pajangan dan di utara dea Pandak. Untuk ketertiban dan keamanan , perdikan juga punya pasukan yang terlatih layaknya suatu kerajaan. Wanabaya (23Th, Ki Ageng Mangir IV) adalah seorang Prajurit, pendekar yang di pilih sebagai pengganti Ayahnya karena kelalaianya mempertahankan Perdikan dari ancaman internal dan serangan ekstrnal, Wanabaya sangat sakti dan di segani karena memiliki sebuah pusaka berupa tombak, kyai Baru klinhting.

Ketika Pemanahan baru mulai mbangun pemukiman di Mataram, mungkin hububgan mangir dan Mataram masih Romnatis, suituasi kemudian berubah ketika Senopatimembutuhkan daya tambahan untuk menopang anggaran kerajaan yang lebih besar bagi para warga negrinya. Mungkin karena Raja baru tidak berkenan ada “Negara” di dalam Negaranya. Untuk menetralisir penduduk Mangir, Senopati menugaskan Putri slungnya (dari Adisara, selir dan Intel Senopati), Pembayun, meluruhkan Wanabaya. Pembayun menyamar sebagai penari tayub, bersama Ayahnya, Mandaraka yang menyamar dan perperan sebagai sutradara dengan tugas utama untuk merebut kyai baru klihting. Namun saat Pembayun berjumpa dengan Wanabaya, keduana bener bener saling jatuh cinta. Misi untuk merebut Kyai Baru Klinhting dan menumpas wanabaya gagal total. Mereka berdua lantas Menikah.

Dalam keadaan mengandung, Pembayun diantar sang Suami menghadap Ayahnya. Perspektif sang suami, janin yang sedang di kandung Istrinya sebagai jaminan kehadiran mereka tidak mengundang hal-hal yang bakal mencelakakan diri dan keluarga serta para pengikutnya. Sebaliknya Senopati sudah lebih siap mengorbankan segalanya, termasuk masa depan turunanya sendiri, demi masa depan Mataram. Raja berpendirian kebahagiaan anaknya dan masa depan Janinya, serta nasib suami putrinya harus di sisihkan dalam memp[erkokoh sistim politik ekspansi Mataram yang telah di bangunya.

Setelah wanabaya di “eleminasi” pembayun di berikan Ki Ageng Karanglo, salah satu guru senopati yang sudah lanjut usia dengan pesan bila bayi terlair lelaki harus di bunuh.meski Pembayun meninggal ketika melahirkan, namun bayi lelaki Suyono Kolopaking berhasil “diamankan” ke kawasan barat mataram oleh kyai Mangu8n Jaya. Pembayun di Makamkan bersama Kyai Karanglo di desa Karang turi, sedangkan wanabaya di makamkan dalam Raja-Raja di Kota Gede. 

3 Komentar

  1. Minggu 4 November 2012 pada 4:09 PM

    saya sangat senang membaca cerita-cerita babad tanah jawi, hanya saja ceritanya terputus-putus sehingga membacanya kadang-kadang juga terputus oleh bab-bab yang tidak berurutan, akibatnya pemahaman juga sepotong-sepotong.

    • sarjiono774 said,

      Sabtu 10 November 2012 pada 7:17 PM

      maaf mas bro baru dalam pembenahan untuk tampil per bab

  2. Antonius Suparjo said,

    Jumat 6 Februari 2015 pada 6:47 PM

    Yang agak mengusik pikiran adalah; kademangannya Ki Ageng Mangir itu Mangir, Pajangan, apa Mangiran, Srandaan, Bantul, sebab ketika perjalanan Ki Ageng Mangir sowan ke Mataram jalan yang dilewati menurut babad sbb; ke arah timur agak timur laut sampai Ngepal (Palbapang), ke utara Bantul, Cepit, dan belok ke timur sampailah Kota Gede (ibu kota Mataram). Sedangkan kalau Mangir ke arah timur langsung Bantul, tidak mungkin melewati Ngepal (Palbapang), terus ke utara Cepit, belok kanan terus Kota Gede (ibukota Mataram)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: