KERAJAAN MAJAPAHIT (HINDU BUDHA, JATIM) DI GANTIKAN DEMAK BINTORO (ISLAM JATENG) TAHUN 1518

Permaisuri baru Brawijaya V ,  dewi Kian (Putri cina), sewaktu hamil di mimpikan memangku nrembulan. Karena kawatir kalau kalau bayi yang di kandungnya itu kelak akan merebut Tahta, Raja “membuangnya” ke Palembang, versi lain mengatakan karena  permeisuri pertama, Dwarawati, (Anarawati putrid Campa), sangat cemburu maka Dewi Kian (sedang Hmil) dihadiahkan kepada Ariya dammar, adipati Palembang (vassal Majapahit), dengan pesan agar Kian jangan di tiduri dahulu selama masih mengandung.

Setelah Raden patah lahir, Dewi Kian sedah boleh di gauli sehingga hamil lagi lalu melahirkan Raden Husen (Timbal), Mereka berdua merantau ke pulau jawa, setelah berguru kepada sunan Ampel, Raden patah mendirikan Pesantren Glagahwangi maju pesat, Raja tidak senang dan memerintahkan adipati Terung menaklukkanya, setelah bertemu pimpinan Pesantren, yang ternyata adalah kakak adipati terung sendiri, mereka berdua pulang ke Majapahit, setelah di ketahui duduk perkaranya, Raden patah di akui sebagai putra raja dan di namakan Lembu Peteng, Raden Patah kemudian di angkat sebagai adipati Demak bintara, sebuah kabupaten muslim yang  “merdeka” tahun 1475.

Raden Patah, setelah berperang selama 5 tahun (tahun 1513-1518), akhirnya berhasil mengalahkan Uddara (Brawijaya VII), berkat bantuan Walisanga, dan sejak saat itu berakhirlah kekuasaan Majapahit. Walisanga adalah suatu nama dewan dakwah di pulau Jawa dan sekitarnya pada Abad  ke-15 dan ke-16 Apabila seorang dari dewan tersebut pergi atau meninggal maka akan dig anti oleh Wali lainya.  mereka dapat di klompokkan ke dalam lima generasi:

  1. Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik (Syekh Mahribi), Maulana Isak (Ayah Sunan Giri), Maulana Jumadil Kubro, Maulana Marobi, Maulana Malik Isroil, Maulana Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana Alyuddin,  Syekh Subakir
  2. Ahmatd Ali Rohmatuloh atau Sunan Ampel, (pengganti Sunan Gresik Tahun 1419), Sayyid Jafar Shodiq atau Sunan Kudus (pengganti Malik Isrokil tahun 1435), Syarif Hidayatulloh atau Sunan Gunung Jati (pengganti Ali Akbar tahun 1435)
  3. Syekh Maulana Ainul Yakin atau Sunan Giri (pengganti Sunan Ampel tahun 1478), Raden Said atau Sunan Kali Jaga (pengganti Subakir tahun 1464), Makdum Ibrahim atauSunan Bonang (pengganti Hasanuddin tahun 1462), dan Raden Qosim atau Sunan Drajad (pengganti Allyudin tahun 1462)
  4. Raden PAtah (murid Sunan Ampel, pengganti Jumadil kubro), dan Fathulloh Khan (membantu Ayahnya, Sunan Gunung Jati yang Sudah uzur)
  5. Raden Umar atau Sunan Muria (Putra Sunan Kali Jaga, pengganti Raden Patah), Konon Syekh Siti Jenar (Syekh Lemah Abang) juga termasuk seorang Walisongo, namun ajaranya di anggap sesat, Syekh Siti Jenar di hokum mati
  6. Karena kedatanganya di jawa lewat hubungan niaga maka yang pertama memeluk agama Islam adalah awak kapal, rakyat, dan para pedagang di pesisir utara jawa, (Tuban, Jepara, Gresik).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: