KAHURIPAN PENGANTI MEDANG KAMULAN PADA TAHUN 1019

Airlangga di nobatkan sebagai raja Medangkamulan yang berlokasi di jawa timur oleh para pendeta budha, Syiwa dan Barata (1019-1042) , setelah di kukuhkan sebagai pewaris tahta mertuannya , Dharmawangsa teguh, Airlangga mengganti nama kerajaan Medang Kamulan menjadi Kahuripan¹⁰ dengan ibukota Wutan Mas (1037).

Bertekat memulihkan keagungan para leluhurnya, Airlangga menaklukan Kerajan-kerajaan kecil yang seblumnya menjadi bagian kerajan namun melepaskan diri sewaktu dulu Medang Kamulan di serang Sriwijaya (1016), Raja yang di taklukan kembali twersebut adalah Bisma Prabhawa (1028-1029), Wijaya dari Wengkar (1030), Adamapanudha (1031), dan Wurawuri (1032),.

Airlangga melakukan pembangunan di segala bidang, di bidang kesejahteraan Airlangga melaksanakan antara lain pembuatan tanggul, di waringin sapta, pencegah banjir (di musim hujan), di bidang hak asasi Airlangga memberikan kebebasan pribadi dan kebebasan politik lebih luas bagi warganya, jauh mendahului pemberian serupa yang di berikan dalam magna Charta bagi kawula Inggris, Airlangga telah menerapkan kebebasan itu sejak di nobatkan  (1019), sedangkan John of Enggland (1199-1216), baru memaklumatkan lebih dari dua abad kemudian, itupun setelah terancam perang saudara (1215).¹²

Di bidang Sastra Airlangga di mendorong susunya Kakawin Arjuna Wiwaha oleh Mpu Kanwa. Dalam penulisanya, Mpu Kanwa terlibat aktif setelah Airlangga berjuang, sehingga karyanya penuh dengan penghayatan mendalam, dalam Arjuna Wiwaha, paralisma Airlangga Dan Arjuna mencolok, bahwa kedua tokoh ini harus bertapa bertahun tahun untuk mendapatka kesaktian, Kitap i9ni memberikan metafora heorsme Airlangga membendung serangan Raja Wengkar tahun (1042), ibaratkan Arjuna yang berhasil memusnahkan perusak jagad, Niwatakawaca.¹³

Dari permaisuri, Airlangga memiliki satu putrid, Sari Sanggramawijaya (atau Kilisuci) sedangklan dari selir di karuniai dua putra, Samara Wijaya¹⁴ dan Garasakan.¹⁵ Terpanggil menjada Bhiksuni di Pucangan, Kilisuci tidak ingin menjadi Raja di Manakalasang ayah Wafat, demi keadilan dan suksesi, Mpu Barada di perintahkan untuk membagi kerajaan menjadi dua sebelum Sang Nata lengser Keprabon Madeg pandhita (11042), Mpu barada membagikan mengikuti batas Alam,  di sebelah barat Gunung Kawimenjadi Kerajaan Panjalu (Kediri), dengan Ibukota Dahanapura, yang terletak di tepi kali Brantas. Di sebelah timur gunung Kawi menjadi kerajaan Jenggala  (Singasari) dengan Ibukota Kahuripan, Selanjutnya Panjalu di berikan Samara Wijaya dan Jenggala di berikan kepada Garasaban.¹⁶

Airlangga di makamkan di Candi belahan dengan Perluhuran sebagai Wisnu naik Burung Garuda (1049). Di bali, Asal Airlangga, Wisnu lebih menonjol ketimbang Syiwa. Dea Wsnu dan Dewi Sri merupakan lambing kemakmuran bagi para petani.

Sampai akir abad ke 12. Janggal di bawah kekuasaan putra Airlangga dan penerusnya mendirikan banyak perasasti. Namun setelah abad ke 12, Panjalu di bawah keturunan Dharmawangsa-lah yang banyak mendirikan banyak prasasti. Tidak seperti panjalu, Jenggala tidak mampu berkembang menjadi Negara besar sehingga lenyap dari pencaturan politik. Dua Raja Kediri (panjalu) yang terkenal adalah Sri Kameswara (atau Bamesawara, 1117-1130) dan Sri Jayabaya (1135-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: