Letupan Senin Pagi Lebih Besar dari pada Letusan 22 Juli 2013 Lalu

1235430_10151704251041316_1786357978_ndi ambil dari: srowot, klaten.

Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas. Dari pengamatan di Pos Ngepos Srumbung, tercacat gempa dan guguran pada Senin (18/11/2013) sekitar pukul 05.30 WIB.

Petugas Pengamat di Ngepos, Heru Suparwoko mengatakan, setelah gempa, terjadi embusan asap kehitaman yang membubung tinggi hingga 2.000 meter ke atas dan mengarah ke timur.

Terkait hal itu, Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya yang diterima tribunjogja.com menjelaskan bahwa ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi.

Adapun sebelumnya, tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Tipe letusannya adalah letusan freatik. Kejadian ini mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 lalu yang tiba-tiba meletus pada pagi hari. Letusan hari ini lebih besar daripada yang terjadi pada bulan Juli. Status masih Normal aktif (level I). Saat ini aktivitas gunung pulih kembali. Serta sedang dilakukan evaluasi di BBPTKG.

Ia menjelaskan bahwa letusan freatik merupakan letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Mekanisme letusan freatik terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya. Air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi. Tekanan yang terus bertambah akan menghancurkan lapisan penutupnya.

sumber: TRIBUNJOGJA.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: