TUGAS KULIAH PENDIDIKAN AGAMA

TUGAS KULIAH PENDIDIKAN AGAMA

PERNIKAHAN

Nama  : Sarjiyono

Nim     : 12090774

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM STUDI STRATA 1

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER

EL RAHMA YOGYAKARTA  TAHUN 2011

  1. nikah, thalaq tebagi dua yaitu: talak raj ”I dan talak bain.
  • thalag raj ”i:  ialah talak yang dapat di rujuk, yaitu talak ke I dan thalaq ke 2 sesuai dengan Al-Qur an surat Al-baqaroh ayat 229, yang artinya : Talak yang dapat di rujuk dua kali
  • thalaq bain: ialah thalaq yang tidak dapat di rujuk, yaitu thalag ke 3, thalag khulu yaitu thalaq tebus permintaan cerai dari pihak istri minta tebusan iwadl dari pihak istri kepada pihak suami, dan thalak atas keputusan pengadilan.
  • thalaq bain sughro: ialah thalaq yang tidak dapat rujuk kecuali dengan perkawinan baru dan dengan persetujuan istri, yaitu thalag gobla dhukhul, thalaq khulu, dan thalaq atas keputusan pengadilan.
  • thalaq bain kubro: ialah thalak yang tidak dapat rujuk, karena thalaq sudah di jatuhkan tiga kali, dan bila bekas suami akan kembali lagi, maka bekas istri harus pernah kawin dulu kepada pria lain dan sudah di cerai pula, sesuai dengan Al-Qur an surat Al-baqaroh ayat 320, yaitu artinya: jika dia menceraikannya setelah thalaq yang ke dua, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum menikah dengan suami yang lain.
  • Rujuk: ialah kata dari bahasa arab raj”ah, yang artinya kembali, jadi rujuk adalah kembali kepada suami istri antara laki-laki dan perempuan yang melakukan perceraian dengan thalaq raj ‘ah selama masih dalam masa iddah, tanpa dengan akad nikah baru.
  • li’an: ialah seorang laki-laki menuduh isterinya berbuat serong dengan laki-laki lain, kemudian isterinya menganggap bahwa tuduhannya bohong, maka pihak suami harus dijatuhi hukuman dera, kecuali dia mempunyai bukti yang kuat atau melakukan li’an. “Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.” (QS An-Nuur: 6-9).
  • Zihar: ialah perkataan seorang suami kepada istrinya “kamu bagiku seperti punggung ibuku” atau dengan perkataan yang mirip dan dengan tujuan yang sama ialah seorang suami melakukan zihar kepada istrinya dan ingin kembali berhubungan dengannya secara bathin, maka haruslah baginya untuk mengkaffarah, atau membayar hasil ulahnya itu, sebagai hukuman dari Allah atas kesombongannya, dalam ayat berikut kaffarah wajib dipenuhi oleh sang suami:
    Orang-orang yang menzihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah: 3)
  • illa’: ialah suami yang bejanji tidak akan menggauli istrinya selama masa tertentu, maka kifaratnya sama dengan melanggar sumpah.karena Melakukan Hubungan Intim Suami Istri Di Siang Hari pada Bulan Ramadhan Kifaratnya sama dengan kifarat Dzihar ditambah qodho pada hari ia bergaul.
  • Khuluk: ialah menuntut cerai pada suami dengan syarat memberi ganti rugi harta pada  suaminya. Ganti rugi ini bisa dengan cara mengembalikan  seluruh atau sebagian  mahar yang diterima si istri atau dengan harta lain yang bukan mahar. Dalam  khuluk ganti rugi dari pihak istri merupakan unsur penting. Unsur inilah yang  membedakannya dengan cerai biasa. Apabila seorang istri menuntut cerai pada  suaminya tanpa ganti rugi, maka cerai ini tidak dinamakan khuluk.
2.nikah siri:
  • Nikah Siri: ialah di langsungkanya pernkahan suami istri tanpa kehadiran wali dan saksi- saksi, atau di hadiri wali tanpa di hadiri saksi-saksi, kemudian pihak pihak yang hadir, (suami istri dan wali) menyepakati untuk menyembunyikan pernikahan tersebut.
  • Pernikahan terlaksana dengan syarat-syarat dan rukun-rukun yang terpenuhi, seperti ijab”qobul, akan tetapi mereka (suami istri saksi dan wali)satu kata untuk merahasiakan pernikahan ini dari masyarakat jumhur ulama memandang perikahan seperti ini sah, akan tetapi tidak sah di catatan pemerintah KUA.
  • Nikah mut’ah: ialah identik dengan kata tamattu, yang berarti bersenang-senang atau menikmati, secara istilah, mut’ah berarti seorang laki-laki menikahi seorang wanita memberikan sejumlah harta tertentu dalam waktu tertentu, pernikahan ini akan berakir sesuai dengan batas tertentu yang telah di tentukan tanpa thalak serta tanpa kewajiban member nafkah atau tempat tinggal dan tanpa saling mewarisi antara keduanya jika meninggal sebelum berakirnya masa nikah mut’ah. Juga bias di sebut pernikahan sementara karena laki-laki bermaksut untuk bersenang-senang sementara waktu saja.
  • Nikah beda Agama: ialah akan menimbulkan berbagai konflik dalam pelaksanaan  ibadah, pendidikan anak, pengaturan makanan, pembinaan tradisi keagamaan, muamalah dengan keluarga kedua belah pihak, Yang menjadi ikhtilaf ulama, pernikahan laki-laki muslim dengan perempuan non muslim, dari ahli kitab.
  • Poligami: ialah perkawinan antara seorang laki-laki dengan wanita lebih dari satu orang,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: