Pagi Dini Hari Meletus Lagi 5/11/2010



Jumlah korban luka bakar akibat terjangan awan panas Merapi yang dirawat di RS dr Sardjito hingga Jumat (5/11/2010) pukul 04.40 WIB mencapai 30 orang. Lima di antaranya bayi balita. Tingkat luka bakar rata-rata 70 persen.

Mereka adalah warga Dusun Brunggang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangrkringan, Kabupaten Sleman. Dusun Brunggang hangus terbakar diterjang awan panas atau wedhus gembel saat letusan dahsyat dini hari tadi.

Salah satu korban, seorang balita juga dipastikan menjadi korban meninggal dunia. Keterangan ini diberikan Dirut SDM dan Pendidikan dr Sigit Prio Hutomo.

Berikut nama-nama korban yang dirawat:

1. Wawan, Depok
2. Sugirah, Cangkringan
3. Sudarjo, Cangkringan
4. Karyo Pawiro, Barak Kepuharjo
5. Indah Indrawati, Pakem
6. Indah Indrawati, Pakem
7. Sutini, Pakem
8. Nur Hayati, Sardono Harjo
8. Wanda Noviita Putri, Pakem
9. Subari, Cangkringan
10. Ade Surya, Cangkringan
11. Maximus, Ngaglik
12. Riska Ahadiyah, Cangkringan
13. Viga, Cangkringan
14. Paro Pawiro, Ngemplak
15. Sumpono, Kepuharjo
16. Niti Sutrisno, Pakem
17. Priska, Cangkringan
18. Endah, Cangkringan
19. Sumpana, Cangkringan
20. Rohmat, Cangkringan
21. Siti Lestari, Kepuharjo
22. Genduk Budi, Pakem
23. Saimin
24. Surip
25. Hendri
26. Mr X (12 tahun)
27. Mr X (55 tahun)
28. Mr X (3 tahun)
29. Mr X (3 tahun)
30. Mr X (3 tahun)

Hingga Pukul 08.00 WIB, Korban Tewas Merapi 22 Orang

Yogyakarta – Korban tewas akibat awan panas Merapi semalam terus bejatuhan. Data terakhir pukul 08.00 WIB, jumlah jenazah yang masuk ke ruang forensik RS Sardjito Yogyakarta tercatat 22 orang.

Di antara jenazah yakni satu keluarga dari Desa Jambon, Kepuhrejo, Sleman, yang terdiri dari 3 orang, 2 pria dan 1 wanita. Desa Jambon terletak sekitar 10 km dari Merapi.

“Mereka kena awan panas di luar rumahnya, namun rumahnya tidak terbakar,” kata Eko, relawan asal Jakarta yang mengangkut jenazah, Jumat (5/11/2010).

Sementara itu, ada juga 4 jenazah yang berasal dari Desa Argomulyo. 2 Wanita, 1 pria, dan 1 jenazah belum diketahui indentitasnya karena gosong.

Eko menjelaskan, para relawan mulai melakukan evakuasi pukul 05.00 WIB. Namun relawan baru bisa masuk pukul 06.00 WIB.

“Sekitar pukul 07.35 kami baru berhasil membawa mayat. Di sebelah rumah korban ada bekas lahar tapi sudah kering. Sepatu relawan hampir semua meleleh karena kepanasan,” cerita Eko.

Hingga pukul 08.15 WIB, korban tewas masih terus berdatangan ke RS Sardjito.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: