PA VIII WAFAT, HB X DI ANGKAT SEBAGAI GUBERNUR DIY (3/10/1998)

Suharto (76 tahun) di pilih lagi menjadi presiden RI ke-8 dan B>J Habibi (62 tahun) sebagai wapres (tahun 1998-2003), oleh MPR yang baru di bentuk (maret 1998). Ketika “krisis Multidimensi” dan KKN (Koropsi,Kolusi,Nipotisme) mencapai puncaknya, mahasiswa turun ke jalan yang di lawan taktis oleh rezim Suharto. Mereka menduduki MPR-DPR menuntut agar Suharto mundur dan tidak ada satupun yang berusaha mengusir mereka. Terjadilah kerusuhan di mana mana yang terbesar terjadi Jakarta dan Solo (media mei 1998).

Empat tokoh reformasi Abbdulrahman Wahid (58 tahun), DR. Amin Rais (54 tahun), Megawati (51 tahun), dan HB X (52 tahun), bertemu dan mengelurkan “Deklarasi Cianjur” tentang perlunyarevormasi di segala bidang. Sementara itu ketua MPR, Harmoko (49 tahun ), y7ang dulu “mengangkat” Soehartop sebagai presiden, kini “meminta” Soeharto untuk mengundurkan diri (8/5/1998).

Rencana mengadakan gerakan people power (meniru pilipina) yang akan di pusatkan di monas, Jkarta di batalkan setelah Amin Rais mendapatkan kabar bahwa tentara akan menghadapinyasecara frontal. Sebaliknya, gerakan sebaliknya yang di adakan di Yogyakarta berhasil terselenggarakan dengan tertib dan aman, mungkin karena HB X meminta pihak tentara tidak keluar barak, konon sekitar sejuta orng mengikuti aksi damai di hari kebangkitan nasional, (tanggal  20/5/1998), Massa berkumpul di Alun-Alun lor untuk mendengarkan ajakan HB X¹⁶⁵³ dan PA VIII dalam mendukung gerakan Revormasi dan memperkuat gerakan Nasional.

Makluimat 20 Mai 1998 (HB X-PA VIII ini di jiwai oleh Maklumat 5 September 1945 (HB X – PA VIII) tentang dukungan Dwi tunggal yany tyerhadap proklamasi kemerdekaan di awal revormasi, intinya Maklumat mengajak:

  1. Masyarakat DIY dan seluruh Rakyat Indonesia bersatu mendukung gerakan Revormasi dan memperkuat kepemimpinan nasioanalyang sungguh-sungguh memihak rakyat.
  2. Seluruh ABRI dalam persatuan yang kuat melindungi rakyat dan gerakan revormasi sebagai wujud kemanunggalan rakyat dan ABRI.
  3. Semua lapisan golongan dan masyarakat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan mencegah sebuah tindakan anarkis yang melanggar moral pancasila.
  4. Masyarakat DIY dan seluruh rakyat Indonesia berdoa menurut kepercayaan masing-masing untuk keselamatan bangsa dan Negara.

Ketika 14 Mentri yang mengemban tanggung jawab ekonomi dan keuangan menolak duduk dalam “Kabinet Revormasi” Soeharto mengundurkan diri, dan Habibi di sumpah sebagai Presiden RI ke-9 (21/5/1998), Rezim Soeharo runtuh di tengah-tengah suasana, kelahiran yang kala itu ekonomi kritis, kerusuhan timbul, dan tak sedikit darah tertumpah (tahun 1965-1966).

Seperti HB IX dan PA VIII (88 Tahun) wafat tanggal 11/9/1998 tanpa mengangkat salah satu istrinya sebagai permeisuri. Meski sempat membikin suksesi kadipaten tersendat, namun akhirnya putra pertamqa PA VIII di angkat menjadi PA IX (61 tahun 1999).¹⁶⁵⁴

HB X (52 tahun) di angkat sebagai Gubernur DIY (tahun 1998-2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: