HB IX DAN PA IX TERUS BINA KEKOMPAKAN DENGAN TERAPKAN MANAJEMEN JAWA SECARA HOLISTIK

Setelah Mangkubumi menjadi HB IX dan Ambarkusumo menjadi PA IX maka kekompakan Kasultanan Ngyogokarto dan kadipaten Pakualaman semakin kokoh dan harmonis, merup[akan tradisi yang tertata dan terbina baik oleh kedua orang tua mereka, HB IX dan PA VIII. Kekompakan semakin solit ketika PA IX di pilih sebagai Wagup DIY (Nopember 2002).¹⁶⁵⁵ Like Father Like Son.

HB IX dan PA VIII dapat melaksanakan konsep Raja Jawa secara utuh, tidak hanya “berkuasa seperti dewa,  mempertahankan Hukum, dan menguasai dunia” (Rajagung binahtara mbahu denda nyakrawati), tetapi juga “berlaku adil dan menjaga ketertiban serta menyejahterakan rakyat” (berbudi bawaleksana juga katenteremaning  praja). Keduanya mengimplementasikan kkekuasaan keagungbinatharaan dengan tanggung jawab kerakyatannya, manunggal bersatu menyatu dengan rakyat.¹⁶⁵⁶

Menurut HB X ada 4 nilai yang cukup mewakili, penting dan releven dalam manajemen Jawa, yaitu:¹⁶⁵⁷

  1. Nerimo ing pandum, pandum lan panduming dumadi, yang maknanya adalah sikap menerima nikmat apa adanya tanp[a protes atau pemberontakan, namun, bukan berarti membiarkan diri larut dan atau hanyut dalam kenyataan yang ada, justru sebaliknya harus belajar dari kesalahan masa lampau untuk peningkatan prestasi ke depan, selain itu, sikap nrimo juga sikap penuh kehati- hatian (prudent), untuk peniongkatan produktivitas, Gemi Nastiti Nati-ati.

  1. Sepi ing pamrih rame ing nggawe, maknanya adalah sikap lebih mementingkan kewajiban ketimbang intras pribadi atau dalam bahasa bisnis sering di ekspresikan ke dalam jargon  customer firest atau kami ada karena anda, ini sesuai dengan praktik manajemen modern yang beralih dari product oriented menjadi costumer oriented di dalamnya wong cilik  (sopir, satpam, bank tellers, frantiline sellers) sangat berperan dalam keberhasilan dan ketahanan perusahaan

  1. Rukun agawe santoso,crah gawe bubrah; maknanya adalah keselarasan, ketentraman tanpa perselisihan dan pertentangan, serta guyub rukun bersama bersatu saling membantu, di hindarkan pertentangan-pertentangan , waton suloyo, karena adanya kritik yang membangun sangat di butuhkan oleh perusahaan sebagai feed bock untuk koreksi arogeni pimpinan, lebih lebih manajemen mengatasi konflik dalam budaya jawa telah terbina dalam sikap sepi ing pamrih

  1. Alon alon waton kelakon, yang maknanya adalah sikap biar lambat asal selamat dalam arti kearifan luas, tidak grusa-grusu tabrak sana tabrak sini, setiap putusan atau tindakan barulah di implementasikan setelah lulus uji kelayakan dan patutan  dari segakla segi agar di capai hasil optimal dan berkelanjutan, mirip continumaus improvement sebagai sikap malas, melainkan sikap tata-titi-titis-tatag-tutug-tuntas- tepat waktu, not too soon but not too late, dalam rangka mencapai tujuan optimal

HB X mengadakan langkah rektruturisasi pemerintah keratin untuk meningkatkan evesiensi dan efektifitas, dfengan membentuk 4 departemen pelaksana atau kawedanan hageng dan 2 penasehat Sultan, Pandhite aji dan Sri Palimbangan (tanggal 8/11/1999).¹⁶⁵⁸

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: