PENEGAKAN CYBER LAW TERHADAP CYBER CRIME PADA KEAMANAN DALAM BERINTERNET

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah denganmenggunakan analisis melalui penelitian

kepustakaan ( Library Research ), yang manasasaran objek kajian penelitian ini menitikberatkan pada konsep penyimpangan pengertian terhadap para pelaku kejahatan yang beraksi di dunia internet. Tekniknyamelakukan analisis data yang menggunakan

perangkat tata bahasa sintaksis yang akan melakukan koherensi dan relevansi sehingga akan menghasilkan suatu tinjauanpengertian yang sebenarnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tipe – tipe dari para pelaku kejahatan di dunia maya umumnya tipe mereka diambil dari cara

kerja dan tujuan mereka dalam melakukan tindakan perilaku yang menyimpang. Namun dalam perkembangannya, pengertian hacker ini

menjurus ke arah yang lebih negatif. Karenanya istilah pun bertambah untuk membedakan yang satu dengan yang lain yakni ada cracke , phreaker , dan carder.

•A. Cracker

Merupakan seseorang yang masuk secara illegal ke   dalam sistem

komputer. Istilahnya cracker ini merupakan para     hacker yang

menggambarkan kegiatan yang merusak dan bukan hacker pada pengertian sesungguhnya. Hacker dan Cracker

mempunyai proses yang sama tapi motivasi dan tujuan yang berbeda. Cracker adalah hacker yang merusak , oleh sebab itu istilah hacker menjadi buruk di masyarakat bahkan sekarang ada dinamakan white hacker dan black hacker.

•B. Phreaker

Ditinjau dari tujuannya, phreaker merupakan seseorang yang melakukan tindakan kejahatan terhadap jaringan telepon misalnya menyadap jaringan telepon seseorang atau badan

pemerintahan dan menelpon interlokal gratis. Pada tahun 1971, seorang veteran perang Vietnam bernama John Draper menemukan cara menelpon jarak jauh , tanpa mengeluarkan biaya.

Triknya adalah dengan menggunakan sebuah peluit, yang menghasilkan suara kurang lebih 2600 mhz saat menelpon. Dari sinilah istilah phreaker mulai dikenal. Ada satu hal yang menarik dari phreaker, yang mana pada

kenyataannya phreaker tidak hanya beredar di luar saja, akan tetapi di dalam lingkup kota Bau – Bau, banyak phreaker yang sangat meresahkan pihak jasa telekomunikasi. Faktanya, sekitar tahun 1997

mahasiswa – mahasiswa kota Bau – Bau yang melanjutkan pendidikan di kota – kota besar seperti Jakarta , Bogor, Bandung, Jogja, Surabaya dan Malang berhasil melakukan tindakan kejahatan layaknya seorang phreaker yakni dengan melakukan penggandaan dari kartu telepon yang sering digunakan untuk menelpon interlokal. Sebagai contoh, kartu telepon yang memiliki kapasitas 100 pulsa digandakan 2 kali lipat menjadi 200 pulsa, dan seterusnya. Hal inilah yang menurut peneliti juga termasuk dalam kriteria phreaker.

•C. Carder

Merupakan kelompok orang yang melakukan tindakan kejahatan dengan melakukan manipulasi nomor kartu kredit orang lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Sejarah yang paling fenomenal adalah seorang

carder yang bernama Kevin Mitnickmelakukan

manipulasi kartu kreditsebanyak 2000 nomor kartu kredit.

•C. Carder

Merupakan kelompok orang yang melakukan tindakan kejahatan dengan melakukan manipulasi nomor kartu kredit orang lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Sejarah yang paling fenomenal adalah seorang

carder yang bernama Kevin Mitnickmelakukan

manipulasi kartu kreditsebanyak 2000 nomor kartu kredit.

Tidak kurang situs – situs keren yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi berhasil dijebol seperti situs berita  internasional CNN.com, Yahoo.com, Astaga.com, bahkan situs pemerintahan Amerika seperti situs gedung putih , FBI, dan Microsoft pun terkena serangan pula. Perkembangan para hacker di tanahair memang tidak dapat diketahui secara pasti. Hacker dari dalam negeri ini mulai mencuat namanya sewaktu ada seorang hacker remaja asal Indonesia yang ditangkap di Singapura, dimana dia membobol dan menghancurkan server pemerintahan Singapura.

Komunitas lainnya seperti Indo-Hack juga sempat menyatakan perang terhadap hacker Portugal yang saat itu sedang terjadi tuntutan pembebasan

Timor-Timor. Kabar terbarunya dari kalangan  hacker Indonesia menyebutkan, hacker bernama tarjo melakukan serangan terhadap 21 situs pemerintahan Australia menyusul tidak simpatiknya perlakuan pemerintah Australia kepada warga Indonesia khususnya warga muslim yang tinggal diAustralia.

KESIMPULAN DAN SARAN

•A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa hacker dalam pengertian sesungguhnya merupakan seorang atau ekelompok orang yang menguasai ilmu

komputer dengan spesialisasi bahasa pemrograman yang mana ilmunya digunakan

bukan untuk merugikan pihak lain akantetapi membantu menemukan kekurangan dari suatu sistem keamanan komputer.

Sedangkan kategori hacker yang merusak antara lain adalah craker, carder, dan phreaker. Salah satu aturan yang harus didefinisikan besama adalah aturan dalam hal keamanan. Dalam hidup kita sehari-hari masalah keamanan juga memiliki aturan. Misalnya, jika seseorang ingin bertamu maka dia akan mengetuk pintu rumah kita dahulu sebelum dia langsung masuk ke ruang tamu.

Jika dia tidak melakukan hal ini, maka dia bisa dianggap sebagai maling dan dapat ditangkap. Demikian pula orang yang mencoba membuka pintu atau jendela rumah kita dapat langsung dicurigai sebagai maling, meskipun dia belum melakukan pencurian. Di Internet hal yang serupa bisa terjadi. Orang yang melakukan (port) scanning untuk melihat servis apa saja yang dijalankan di komputer (server) kita dapat dianggap sebagai tidak ramah dan mencoba menjebol server kita.

Adanya aturan keamanan membuat kita hidup lebih tenang. Bayangkan jika rumah anda berada di sarang penyamun dan setiap hari ada saja yang dicuri. Atau anda tinggal dimana sering terjadi demonstrasi dan kerusuhan. Tentunya hidup anda menjadi tidak nyaman karena anda selalu memikirkan keamanan anda. Hal yang sama berlaku juga di dunia virtual. Jika server anda berada di dunia yang selalu diganggu (di-crack, dijebol) maka anda tidak akan dapat tidur nyenyak dan tetap memikirkan keamanan server anda.

Aturan di dunia virtual (Internet) dapat dibuat. Hal ini berbeda dengan beberapa pendapat bahwa Internet tidak dapat diatur. Lessig Lawrence dalam bukunya mengulas masalah pengaturan ini dengan lebih detail. Pada intinya dia mengatakan bahwa pengaturan dapat dilakukan dengan mendesain arsitektur code yang dapat diatur.

Banyak orang berpendapat bahwa pengaturan di dunia virtual ini harus melalui cyberlaw. Tanpa ada cyberlaw maka pengaturan tidak mungkin dilakukan. Hal ini hanya benar sebagian, karena dalam kehidupan sehari-hari pun banyak hal yang kita jalankan tanpa harus

mengacu kepada hukum tertulis. Meskipun

demikian usaha untuk membuat cyberlaw di

Indonesia sudah ada.

Keamanan tentunya tidak terjadi demikan saja tanpa adanya usaha. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kunci, slot, gembok, dan pengaman lain untuk pintu dan jendela rumah. Demikian pula di dunia virtual kita dapat menggunakan teknologi kriptografi untuk mengamankan sistem kita.

Namun pengamanan secara teknis ini sifatnya hanya mempersulit orang yang jahat. Kunci dapat dirusak, enkripsi dapat dipecahkan Pengamanan secara teknis harus disertai dengan social pressure. Adanya banyak orang yang mengawasi membuat seseorang mengurungkan diri untuk melakuka kejahatan Pendidikan etika dan moral nampaknya harus kita aktifkan kembali, khususnya untuk dunia cyberspace.

•B. Saran

Berdasarkan temuan yang ada selama penelitian maka disarankan kepada para pengguna internet agar mematuhi norma – norma serta harus beretika baik ketika sedang menjelajahi dunia maya. Selain itu saran juga ditujukan kepadapihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah Indonesia melalui Departemen Informasi dan Teknologi agar memenuhi kedua prasyarat dan meningkatkan kinerja dibawah ini yakni :

•1. IDCERT (Indonesia Computer Emergency Response Team)

Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian di bentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT) . Semenjak itu dinegara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia.

•2. Sertifikasi perangkat security.

Perangkat yang di gunakan untuk menanggulangi

keamanan semestinya memiliki peringkat kualitas.

Perangkat yang digunakan untuk keperluan pribadi

tentunya berbeda dengan perangkat yang di gunakan

untuk keperluan militer.Namun sampai saat ini belum

ada institusi yang menangani masalah evaluasi

perangkat keamanan di Indonesia. DiKorea hal ini

ditangani oleh Korea Information Security Agency.

DAFTAR PUSTAKA

•Kristianto , Harianto. 1999. Sistem Jaringan

Interne. ANDI , Yogyakarta

Lawrence ,Lessig. 1999. “Code And Other

Laws of Cyberspace,” Basic Books,

Unites States

Pressman. 2002. Keamanan Komputer. Elex

Media Komputindo, Jakarta.

Rahardjo, Budi. 2004. “Panduan Keamanan

Sistem Informasi Berbasis Internet,”

http://budi.insan.co.id.

Raymond , Eric. 2003. The New Hackers

Dictionary , New York.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: