WIRABUMI DI KALAHKAN WIKRAMAWARDHANA TAHUN 1409

Setelah linggabuana dan para pengawalnya gugur, Pitaloka bunuh diri, Hayam Wuruk sangat Sungkawa, gajah Mada sangat menyesali perbuatanya dan legowo melakukan jabatan sebagai pertanggungjawaban atas kesalahan yang telah di perbuatnya.

Dalam masa pemerintah Hayam Wuruk, Mpu Pranca, menulis kitab Negara Kertagama, yang dari kitab ini Pancasila berasal (tahun 1363), dan Mpu Tantular menulis kakawin Arjunawijaya, Pararaton, dan Sutosoma, yang di dalamnya terdapat frasa Tan Hana DarmaMagrwa yang mmenjadi dasar Motto Nasional Bineka tunggal Ika,  “Berbeda beda tetap Satu” (tahun 1363-1389), banyak bangunan suci didirikan, seperti Candi P_anataran, Tikus, Tigawangi, Surawangi, Sumber Jati, Jabung, dan Jawi.

Ibukota Majapahit berrpenduduk 3000.000 kepala keluarga, terbagi tiga golongan: Islam (Pedagang), Cina (Banyak yang Islam), Rakyat bias memeluk animism, Hindu dan Budha,⁷¹ Agama Islam masuk ke jawa karena hubungan dagang, bukan langsung dari mekah, tetapi dari Bagdad, (Irak), dan Gujarat (india),⁷² Islam di terima oleh Rakyat jelata karena kesesuaianya dengan dengan budaya asli jawa, yang tiodak mengenal adanya kasta, Nisan Nisan di tri laya (Troloyo), di lingkungan Keraton (Selatan), menunjukkan keberadaan orang jawa yang beragama Islam sejak Tahun 1376.

Wikramawardhana (tahun 1389-1429) menggantikan Mertuanya, Hayam Wuruk (Wafat tahun 1389).⁷⁴ Wikramawardhana Mengalahkan Wirabumi dalam perang Waregreg, (tahun 1401-1409),perang saudara selama 8 tahun ini telah melemahkan Majapahit.

Dyah Suhita (tahun 1429-1447) menggantikan ayahnya, Wikramawardhana, karena Ibunya (Breh Mataram) adalah keturunan Bre Wirabumi, maka banyak golongan Wirabumi yang di berikan jabatan, Suhita mendirikan Candi Sukuh 9feminim lambing yoni) dan Candi Ceta (sangat maskulin Lambang lingga) di dekat gunung lawu, selama pemerintahanya perkembangan kitab kitab kesustraan sangatb pesat.

Kert6awijaya (Bre Tumapel tahun 1447-1451) menggantikan kakak tirinya, Suhita Kertawijaya mulai memakai gelar Brawijaya I; Bra Berari Raja dan Wijaya berarti keturunan Raden Wijaya, Tahta Majapahit kemudian di pangku oleh Rajasawardhana (tahun 1451-1453), Purmawisesa (tahun 1456-1466), Pandanalas (tahun 1466-1468),dan terakir, kertabumi (Brawijaya V tahun 1468-1478) Kertabumi sangat lemah, dan daerahnya satupersatu hilang, kemudian Majapahit di sebabkan perang saudara, bentuk Negara serikat, tidak ada pemimpin yang kuat, dan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Girindrawardana, Raja keeling di timur laut Kediri, keturunan Jayakatwang, membunuh Kertabumi dan menjadi Raja Majapahit, bergelar (Brawajaya VI tahun 1478-1498) Raja di bantu Patih Mpu Tahan , yang 20 tahun kemudian di jatuhi hukuman, akibat anak sang Patih, Uddara, marah dan membunuh Sang Raja, Uddara naik tahta bergelar (Brawijaya VII tahun 1498-1518), pemerintahan mereka berpusat di Kediri.

Ironisnya agama budha yang aslinya tak mengenal kasta, di jawa “ ada pengkastaan” agar tidak merusak hubungan dengan kaum ningrat yang umumnya beragama Sywa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: